Arsip Bulanan: September 2011

kisi-kisi soal

Kisi-Kisi Tes Objektif
MATA PELAJARAN MATEMATIKA SEMESTER/TAHUN : Ganjil / 2011
LAMA UJIAN : 60 MENIT

No
KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR JENJANG KEMAMPUAN
DAN TINGKAT KESUKARAN
Jumlah Butir Soal

%
C1 C2 C3 C4,5,6
M Se Su M Se Su M Se Su M Se Su
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1. Menyusun persamMenyusun persamaan lingkaran yang memenuhi persyaratan yang ditentukan. Continue reading


proposal ptk

PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

1. JUDUL
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Lingkaran melalui Model Pembelajaran Tipe STAD di Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Lubai.

2. LATAR BELAKANG MASALAH
Lingkaran merupakan materi pembelajaran yang perannya banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain roda sepeda, ide pembuatan jam, siklus kehidupan manusia dan siklus rantai makanan dalam ilmu biologi. Seringnya kita temukan benda-benda berbentuk lingkaran tersebut, maka pada pendidikan dasar siswa sudah dikenalkan pada materi lingkaran sederhana. Oleh karena itu, pemahaman siswa pada materi lingkaran sangat diperlukan untuk memahami sifat-sifat lingkaran yang lain seperti persamaan lingkaran dan persamaan garis singgung lingkaran.
Materi lingkaran merupakan materi esensial dilihat dari 7,5% dari soal Ujian Nasional adalah materi lingkaran. Sayangnya hasil belajar siswa pada materi lingkaran masih rendah, tergambar pada hasil ulangan siswa pada materi lingkaran sebanyak 70% nilai siswa dibawah standar KKM. Pengalaman mengajar selama ini ditemukan juga bahwa lebih dari 65% siswa mengalami kesulitan menyelesaikan soal-soal lingkaran dikarenakan tidak menguasai materi lingkaran.
Rendahnya hasil belajar siswa dikarenakan siswa terbiasa menghafalkan rumus dari pada menemukan rumus, sebagai contoh siswa mengalami kesulitan pada saat menentukan persamaan lingkaran karena sukar mengingat rumus bentuk umum persamaan lingkaran. Ini dikarenakan pada proses pembelajaran guru mengajar dengan metode konvensional dimana pembelajaran hanya berpusat pada guru, yaitu siswa tidak menemukan sendiri rumus bentuk umum persamaan lingkaran tetapi hanya menerapkan rumus tersebut dalam soal-soal sehingga ingatan siswa tidak bertahan lama. Oleh karena itu, sejalan dengan berkembangnya model pembelajaran guru diharuskan menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam penelitian ini, guru tertarik untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu model pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa dalam diskusi dan persentasi.
Berdasarkan uraian di atas penulis bermaksud mengadakan penelitian mengenai peningkatan hasil belajar siswa pada materi lingkaran melalui model pembelajaran tipe STAD di kelas XI IPA SMA Negeri 2 Lubai.

3. RUMUSAN MASALAH
Apakah hasil belajar siswa pada materi Lingkaran dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran tipe STAD di kelas XI IPA SMA Negeri 2 lubai?

4. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran melalui model pembelajaran tipe STAD di kelas XI IPA SMA Negeri 2 Lubai.

5. MANFAAT PENELITIAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk:
1. Siswa, sehingga dapat membentu mereka memahami materi lingkaran dengan baik, dan dapat meningkatkan hasil belajar.
2. Guru, sebagai bahan masukan untuk dapat menjadikan model pembelajaran tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
6. KAJIAN PUSTAKA
1. Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom action research (CAR) yang selanjutnya dikenal sebagai action research adalah penelitian yang dilaksanakan oleh guru didalam kelas yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran di kelasnya sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Dalam memecahkan masalah pembelajaran itu guru merancang suatu tindakan, melaksanakan tindakan itu, mengamati hasil tindakan, dan merefleksi seluruh tindakannya itu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan pada gilirannya meningkatkan hasil belajar siswa.
Dalam PTK masalah penelitian berasal dari guru. Ini berarti bahwa masalah yang akan diteliti adalah masalah nyata yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelasnya sendiri. Masalah PTK tidak berasal dari teori, dari hasil penelitian orang lain, atau dari sumber lain diluar masalah yang dihadapinya sendiri.

2. Materi Lingkaran
a. Persamaan Lingkaran
Jika sebuah kerucut dipotong dengan sebuah bidang irisan yang tegak lurus terhadap sumbu kerucut, akan diperoleh sebuah irisan yang berbentuk lingkaran.

Dalam suatu bidang, definisi lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah titik tertentu. Titik tertentu itu disebut pusat lingkaran dan jarak pusat lingkaran ke titik tertentu tersebut disebut jari-jari.
1. Persamaan Lingkaran Berpusat di O(0, 0) dengan Jari-Jari r

Misalkan P(x, y) terletak pada lingkaran yang berpusat di O(0, 0) dengan berjari-jari r.
Menurut definisi lingkaran :
{ (x, y) | OP = r }
{ (x, y) | (OP) = r }
{ (x, y) | (OQ) + (QP) = r }
{ (x, y) | x + y = r }

Jadi persamaan lingkaran berpusat di O(0, 0) dengan berjari-jari r.
Adalah x + y = r

2. Persamaan Lingkaran Berpusat di A(a, b) dengan Jari-Jari r
Misalkan P(x, y) terletak pada lingkaran yang berpusat di O(a, b) dengan berjari-jari r.

Menurut definisi lingkaran :
{ (x, y) | AP = r }
{ (x, y) | (AP) = r }
{ (x, y) | (AQ) + (QP) = r }
{ (x, y) | (x – a) + (y – b) = r }
Jadi persamaan lingkaran yang berpusat di O (a, b) dengan jari-jari r adalah (x – a) + (y – b) = r

3. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Hasil belajar ini menurut Bloom diklasifikasikan menjadi 3 ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotor (Sudjana, 2005:22). Ketiga ranah tersebut menjadi obyek penilaian hasil belajar. Di antara ketiga ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pelajaran. Hasil belajar dapat dilihat dari hasil nilai ulangan harian (formatif), nilai ulangan tengah semester (subsumatif), dan nilai ulangan semester (sumatif). Dalam penelitian tindakan kelas ini, yang dimaksud hasil belajar siswa adalah hasil nilai harian yang diperoleh siswa dalam penyelesaian soal-soal lingkaran.
Pencapaian hasil belajar yang optimal dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
a. Kesiapan belajar
Kesiapan belajar merupakan kondisi awal suatu kegiatan belajar baik kesiapan fisik maupun psikologis.
b. Motivasi
Motivasi merupakan motif yang sudah menjadi aktif saat orang melakukan suatu aktivitas. Motif adalah kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong orang tersebut melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan.
c. Keaktifan Siswa
Yang melakukan belajar adalah siswa sehingga siswa harus aktif dan tidak boleh pasif. Dengan bantuan guru siswa harus mampu mencari, menemukan, dan menggunakan pengetahuan yang dimilikinya.
d. Mengalami sendiri
Siswa hendaknya tidak hanya tahu secara teoritis, tetapi juga secara praktis sehingga akan diperoleh pemahaman yang mendalam.

e. Pengulangan
Agar materi semakin mudah diingat perlu diadakan latihan yang berarti siswa mengulang materi yang dipelajari.
f. Balikan dan Penguatan
Balikan merupakan masukan yang sangat penting bagi siswa maupun guru. Penguatan adalah tindakan yang menyenangkan dari guru terhadap siswa yang telah berhasil untuk melakukan sesuatu perbuatan belajar.
4. Model Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu implikasi utama teori utama Vigotsky. Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan aktivitas siswa selama proses belajar mengajar. Carin dalam Modul B.2 PLPG (2011:12) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatf ditandai oleh cirri-ciri sebagai berikut.
a. setiap anggota mempunyai peran.
b. terjadi interaksi langsung diantara siswa.
c. setiap anggota kelompok bertanggungjawab atas belajarnya dan juga teman-teman
sekelompoknya.
d. peranan guru adalah membantu siswa mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal
kelompok.
e. guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan.
Adapun model pembelajaran kooperatif ada 4 macam yaitu :
a. STAD (Student teams Achievement Division)
Dalam STAD siswa ditempatkan dalam tim-tim belajar beranggotakan empat sampai lima
siswa yang heterogen. Adanya penghargaan kelompok dari hasil penilaian.
b. TGT (Teams Games Tournament)
Siswa memainkan permainan dengan tim lain untuk memperoleh skor tambahan bagi timnya.
c. JIGSAW
Siswa dikelompokkan ke dalam tim beranggotakan enam orang yang mempelajari materi yang
dibagi menjadi beberapa subbab kemudian anggota dari tim yang berbeda bertemu dalam
kelompok ahli.
d. Group Investigation
Teknik pembelajaran kooperatif dimana para siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk
menangani berbagai macam proyek kelas. Dalam metode ini point tidak diberikan
5. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
STAD (Student Team Achievement Division) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Inti dari model STAD antara lain guru menyampaikan suatu materi, kemudian para siswa bergabung dalam kelompoknya yang terdiri atas empat sampai lima orang untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru. Setelah selesai mereka menyerahkan pekerjaannya secara tunggal untuk setiap kelompok kepada guru.
Ada enam tahap dalam kegiatan pembelajaran kooperatif tipe STAD, yaitu persiapan, presentasi kelas, kegiatan kelompok, tes, dan penghargaan kelompok.
1. Persiapan, yang meliputi persiapan materi yang akan disajikan dalam pembelajaran, membagi siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif, menentukan skor dasar individu, dan menentukan jadwal kegiatan.
2. Presentasi kelas, yang meliputi pendahuluan (menyampaikan tujuan pembelajaran, menjelaskan materi, dan latihan terbimbing)
3. Kegiatan kelompok, meliputi tugas LKS.
4. Tes, diberikan secara individu.
5. Penghargaan kelompok.
7. METODE PENELITIAN
a. Setting Penelitian
Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2011-2012 selama lebih kurang 6 minggu di kelas XI IPA SMAN 2 Lubai, dengan jumlah siswa 39 orang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki.
b. Prosedur Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan dalam beberapa siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu (a) perencanaan; (b) pelaksanaan; (c) pengamatan/observasi; dan (d) refleksi.
(a). Perencanaan
1. Penyusunan Rencana Tindakan
yang diperlukan untuk melaksanakan tindakan:
• menyusun RPP
• menyusun LKS
• menyusun perangkat tes
• menyusun instrument penelitian

(b). Pelaksanaan tindakan.
Langkah-langkah (scenario) pelaksanaan
Siklus 1
Pada siklus ini pembelajaran silaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut..
1. Pendahuluan
2. Kegiatan inti
3. Penutup
(c). Pengamatan /observasi
Selama proses-proses pembelajaran berlangsung dilakukan pengamatan dengan instrument yang sudah direncanakan oleh teman sejawat. Aspek-aspek yang diamati sebagai berikut..
- memperhatikan penjelasan guru
- mengerjakan LKS
- terlibat aktif dalam diskusi
- menyimpulkan hasil pekerjaan
- menanggapi pertanyaan teman
(d). Refleksi
Jika belum berhasil pada siklus pertama dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan langkah-langkah yang sama dan materi yang berbeda. Kriteria keberhasilan penelititan ini dikatakan berhasil apabila minimal 85% siswa sudah mencapai ketuntasan (KKM = 65), dan keaktifan siswa mencapai 70% sangat aktif dan aktif.

8. JADWAL PENELITIAN
No KEGIATAN Bulan Oktober – Desember
(8 minggu)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Penulisan dan pengajuan proposal X
2 Persiapan penelitian
a. penyusunan skenario pembelajaran
b. penyusunan instrumen penelitian X X
X
3 Pelaksanaan penelitian
a. siklus 1
b. siklus 2
c. siklus… (jika ada) X
X
4 Pengolahan data
5 a. penganalisaan data
b. pendeskripsian data X
X
6 Seminar draf laporan penelitian X
7 Pembuatan laporan X

9. DAFTAR PUSTAKA

Aisyah Nyimas, Indaryanti. 2011. Modul B.2: Model-Model Pembelajaran Matematika.
Palembang: UNSRI.

Soedyarto Nugroho, Maryanto. 2009. Matematika untuk SMA dan MA Kelas XI Program IPA.
Jakarta: Depdiknas
Sudjana, N, A. Rivai. 2005. Media Pengajaran: Penggunaannya dan Pembuatannya.
Bandung: Sinar Baru.
Suhery Tatang, dkk. 2011. Modul B.3: Penelitian Tindakan Kelas. Palembang : UNSRI


PROPOSAL MUSHOLLA SMA 2 LUBAI

PROPOSAL

PEMBANGUNAN MUSHOLLA
SMA NEGERI 2 LUBAI

KABUPATEN MUARA ENIM

 

I. PENDAHULUAN

SMA Negeri 2 Lubai telah berdiri sejak tahun 2004, telah berupaya untuk meningkatkan mutu sekolah dan berusaha mewujudkan visi sekolah yaitu “Unggul Dalam Berprestasi dan Berakhlak Mulia”. Teruwujudnya akhlak mulia sesuai dengan visi sekolah tersebut, tidak terlepas dari penanaman nilai-nilai dan norma agama yang terintegrasi dalam proses pembelajaran dan kegiatan-kegiatan keagamaan terutama dalam beribadah.

Ibadah adalah kebutuhan dasar setiap kaum muslim dan seiring dengan bertambahnya  jumlah siswa di SMA Negeri 2 Lubai yang sebagian besar beragama Islam berimbas pada kebutuhan sarana ibadah berupa Musholla. Mengingat pentingnya fungsi Musholla, pihak sekolah berkeinginan untuk dapat mendirikan Musholla yang terletak di SMA Negeri 2 Lubai secara swadaya atas persetujuan dan restu dari komite sekolah.

Semoga niat luhur dan mulia dari kita semua untuk pembangunan Musholla dapat bernilai ibadah. Sehingga dengan berdirinya Musholla diharapkan dapat mencetak generasi penerus untuk membangun masyarakat yang berbasiskan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

 

 

II . LANDASAN

  1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 Tentang Pendidikan Menengah
  3. Program Kerja SMA Negeri 2 Lubai
  4. Program Kerja Komite Sekolah SMA Negeri 2 Lubai Tahun Pelajaran 2011/2012

III. TUJUAN

Tujuan pembangunan Musholla di SMA Negeri 2 Lubai adalah:

  1. Untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah terutama sebagai sarana beribadah.
  2. Untuk memfasilitasi aktivitas siswa dalam melaksanakan kegiatan keagamaan.
  3. Untuk meningkatkan kesadaran beragama dan beribadah serta bertaqwa kepada Allah SWT.
  4. dll

 

IV .  LOKASI

Lokasi pembangunan Musholla terletak di halaman depan SMA Negeri 2 Lubai dengan perencanaan luas bangunan berukuran 9 x 6 m2.

 

V. ANGGARAN BIAYA

Terlampir

 

VI. SUMBER DANA

- Swadaya masyarakat (komite sekolah)

- Para dermawan yang akan menyisihkan sebahagian hartanya dijalan Allah.

 

VII. SUSUNAN PANITIA

Terlampir

 

VIII . PENUTUP

Demikian proposal ini kami sampaikan, kami menyadari sebesar apapun rencana yang kami buat akan menjadi sia-sia tanpa bantuan dari semua pihak.

Semoga niat baik kita semua mendapat restu dan ridho dari Allah SWT.

 

 


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.